Pada kelas besar algoritma tanggal 10 Oktober 2018, saya mempelajari materi tentang “Selection”.
Selection merupakan sekumpulan perintah yang bisa dijalankan
atau tidak tergantung dari syarat yang ditentukan dari user tersebut.
Secara garis besar, selection dibagi menjadi 3 yaitu :
1.
If
2.
If-else
3.
Switch-case
<Selection If>
Hanya statement yang memenuhi kondisi yang ditentukan yang akan
dijalankan oleh program.
Syntax :
if (kondisi)
statement; (untuk 1
statement saja)
Atau
if (kondisi) { (untuk
statement lebih dari 1)
Statement1;
Statement2;
…..
}
<Selection If-Else>
Jika statement memenuhi kondisi yang ditentukan, maka
perintah yang dijalankan adalah statement bagian “if”, tetapi jika tidak
memenuhi maka perintah yang dijalankan adalah statement bagian “else”.
Syntax :
if (kondisi)
statement1; (untuk 1 statement
saja)
else statement2;
Atau
if (kondisi) { (untuk
statement lebih dari 1)
Statement1;
Statement2;
…..
}
else { (untuk
statement lebih dari 1)
Statement3;
Statement4;
…..
}
<Nested If / Nested If-Else>
Bisa juga dibilang Selection beranak, Program akan mengecek
lebih dari 1 kondisi agar statement bisa dijalankan.
Syntax :
if (kondisi)
statement1;
if(kondisi2) statement2;
if (kondisi3) statement3;
Atau
if (kondisi) statement
1;
else
if(kondisi2) statement2;
else
if (kondisi3) statement3;
<Switch-Case>
Cara ini sebenarnya sama saja dengan if-else, tetapi jika
if-else terlalu banyak anaknya sehingga susah dibaca, maka switch case lebih
gampang untuk dibaca meskipun banyak kondisinya.
Syntax :
switch (variable) {
case
constant 1 : statement1; break;
case constant 2 : statement2;
break;
case constant 3 :
statement3; break;
default :
statement;
}
Cara kerja switch adalah dengan melihat setiap case
constant. Program akan menjalankan case yang cocok dengan inputan user. Jika
tidak ada yg cocok, maka switch akan menjalankan perintah default.
Note :
-
Switch case hanya menerima tipe karakter integer
& char
-
Di setiap case constant, setelah statement wajib
diberi break agar saat program berjalan case yang berjalan tidak bocor ke
bawahnya.
< Operator ?>
Fungsi dari operator ini sama seperti if else juga, tapi
bedanya dia memberi nilai pada suatu variable.
Syntax : (kondisi) ? statement1 : statement2
Jika kondisi terpenuhi, yg dijalankan statement 1. Jika
tidak terpenuhi yang dijalankan statement 2.
<Goto>
Dalam Bahasa c, masih ada fungsi goto. Tetapi fungsi ini
sangat tidak disarankan untuk dipakai karena dapat membuat bingung orang yang
mengkoding sendiri. Karena kalau ada fungsi ini, program jalannya tidak berurutan.
Bisa dari bawah ke atas kemudian ke tengah dan kebawah lagi.
<Error Type>
Secara umum, ada 4 tipe error :
1.
Compile-Time Error, diakibatkan oleh syntax
error. Biasanya hal ini sering terjadi kalau lupa menginisialisasi variable,
lupa titik koma, dll
2.
Link-Time Error
3.
Run-Time Error, Program berhasil dicompile,
tetapi saat dijalankan hasilnya gak jelas bahkan error. Biasanya diakibatkan
oleh overflow, pembagian dengan 0,dll
4.
Logical Error, Hasil dari program salah, karena
kesalahan algoritma program.
No comments:
Post a Comment